Skip to main content

Melalui Tropomiosin, Puasa Bantu Penderita Resistensi Insulin

Ketika makan, makanan yang mengandung banyak karbohidrat akan terurai untuk menyediakan glukosa di dalam darah sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Untuk menjaga glukosa tetap dalam kadar normal (sekitar 100 mg/dl), maka sel-sel beta pankreas akan memproduksi hormon insulin.

Insulin membantu menurunkan kadar gkukosa darah dengan membawanya ke sel-sel yang membutuhkan energi. Oleh karena itu, tanpa insulin, glukosa akan tetap berada di dalam darah. Biasanya ini terjadi karena kerusakan pankreas atau sensitivitas sel terhadap insulin yang menurun, sehingga kemungkinan menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin dikenali sebagai kerusakan mendasar yang terjadi pada obes, sindrom metabolik dan DM. Orang dengan resistensi insulin dapat meningkatkan sensitivitas insulin melalui puasa.

Hal tersebut sejalan dengan temuan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ayse Leyla Mindikoglu, seorang asosiasi profesor ilmu bedah dan kedokteran dari Sekolah Kedokteran Baylor, Houston. 

Bersama rekannya, Dr. Mindikoglu menemukan bahwa sampel darah dari 14 orang sehat yang berpuasa ramadhan menunjukkan peningkatan kadar protein yang disebut Tropomiosin (TPM) 1, 3, dan 4. 

TPM diketahui merupakan kunci utama mempertahankan kesehatan sel terkait resitensi inslulin dengan memperbaiki sel tersebut ketika mengalami kerusakan. 

TPM 1 dan 4 memiliki peran sentral yang hampir sama yakni sangat baik dalam meregulasi kontraski otot halus. Pada sel non-otot, keduanya ikut menstabilkan filamen-filamen aktin sitoskeleton. 

Khusus TPM 3, protein ini berperan penting memperbaiki sensitivitas sel terhadap insulin. Sehingga jika sensitivitas insulin lebih baik, maka pengontrolan glukosa darah ikut lebih baik. 

Kembali Ke Atas

Popular posts from this blog

Potensial Zeta Eritrosit

Download Ebook IELTS (Gratis)

Tersier Butil Hidroksiquinon : Antioksidan Yang Menghambat Kerja Sistem Imun