Salah satu studi tahun 2017 yang dimuat dalam jurnal Neurology International, ditemukan bahwa sebanyak 27 subjek manusia yang melakukan puasa Ramadhan menunjukkan adanya peningkatan kadar brain-derived neurotrophic factor (BDNF) dan nerve growth factor (NGF).
BDNF adalah molekul sinyal yang berperan penting dalam proliferasi, diferensiasi, kelangsungan hidup dan fungsi dari sel-sel otak. Keberadaan BDNF sangat diperlukan karena membantu dalam pemahaman dan daya ingat.
NGF yaitu neutrophin yang berperan dalam perkembangan, kelangsungan hidup, dan memperbaiki jaringan saraf.
NGF yaitu neutrophin yang berperan dalam perkembangan, kelangsungan hidup, dan memperbaiki jaringan saraf.
Riset tersebut mendukung penelitian lain yang menyebutkan bahwa puasa berpotensi mencegah penyakit neurodegenartif seperti Alzeimer dan Parkinson, termasuk melindungi dari resiko dimensia.
Umumnya, penyakit neurodegeneratif merupakan penyakit gangguan otak karena penurunan fungsi sel-sel otak sehingga kesulitan dalam berpikir, memahami sesuatu, melakukan pertimbangan, serta menurunnya kecerdasan mental.
Meskipun saat ini belum ada obat yang benar-benar mengatasi penyakit tersebut, namun dari bukti peningkatan BDNF dan NGF, para penderita kemungkinan bisa mempertahankan fungsi otak mereka dan memperlambat degenerasi dengan berpuasa atau melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga penyakit ini dapat terdeteksi lebih awal.