Berdasarkan sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ming-Hui Zou dari Pusat Studi kedokteran molekuler dan translasional Universitas Negeri Georgia Atlanta, ditemukan bahwa puasa dapat memproduksi suatu molekul yang menunda penuaan vaskuler.
Melalui hasil riset yang telah dimuat dalam jurnal Molecular Cell, Zou dan koleganya menyebutkan bahwa molekul yang dihasilkan selama puasa ini adalah beta-hidroksibutirat (BHB).
BHB adalah suatu molekul keton yang diproduksi oleh hati dan digunakan sebagai sumber energi ketika tidak tersedia glukosa, sehingga dapat terbentuk pada waktu puasa, kondisi lapar, diet rendah karbohidrat atau setelah berolahraga.
Singkatnya, BHB dapat memelihara pembuluh darah tetap muda melalui mekanisme ikatan antara BHB dan hnRNP A1 (heterogeneous nuclear ribonucleoprotein A1). Ikatan ini mendorong aktivasi dan stabilitas Oct4 ( Octamer-binding transcriptional factor). Oct4 selanjutnya meningkatkan Lamin B1, suatu faktor kunci melawan penuaan yang memicu kerusakan DNA.
Menurut Zou bahwa studi tentang penuaan vaskular sangat penting sebab ketika orang menjadi lebih tua, maka organ tubuh menjadi lebih sensitif terhadap penuaan dan lebih mudah dirusak. Sehingga penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam mencegah penyakit kronis terkait usia seperti kanker, penyakit kardiovaskular, dan Alzheimer.