Sifat dan Nama Lain Propionat
Propionat (asam propionat) merupakan jenis senyawa asam lemak rantai pendek yang memiliki tiga atom karbon dan sebuah gugus karboksilat. Sifat fisik propionat diidentifikasi dari bentuknya yang tidak berwarna dan berupa cairan berminyak dengan bau anyir menyengat, serta dapat larut dalam air, etanol, kloroform, dan dietil eter.
Penamaan propionat cukup beragam. Berdasarkan nama IUPAC (International Union of Pure and Application Chemistry), senyawa ini juga dikenal dengan asam propanoat, asam etil format, asam etana karboksilat, karboksi etana, asam metil asetat, atau asam pseudo asetat. Selain itu, propionat didagangkan dengan nama luprosil, prozoin, atau tenox P.
Penggunaan Propionat
Menurut dokumen perusahaan kimia DOW (2015) yang bermarkas di Kota Texas Amerika, propionat (seperti kalsium propionat dan natrium propionat) berperan sebagai antimikroba pada roti dan keju untuk membasmi jamur, dan sebagai sanitizer pada area simpanan biji-bijian (seperti gandum dan jagung) untuk mencegah pencemaran udara. Lebih dari itu, molekul ini juga digunakan sebagai zat perantara untuk produk herbisida, kosmetik, obat-obatan, tekstil, dan plastik.
Efek Paparan Langsung Propionat
Penanganan yang tidak tepat dari propionat dapat menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan jika terkena langsung oleh mata. Propionat tergolong korosif jika terkena kulit dengan gejala kulit kemerahan, perih dan kerusakan jaringan. Jika terhirup, dapat terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan.
Apabila propionat tertelan dalam jumlah yang banyak bisa terjadi iritasi atau terbakar pada mulut, tenggorokan, dan sistem pencernaan. Efek lainnya menimbulkan gangguan pankreas pada lambung, yang diyakini karena sifatnya iritan.
Pengakuan Lembaga Atas Keamanan Propionat
Sejak Mei 1984, sebuah lembaga Amerika yang bergerak di bidang pangan dan obat-obatan atau Food and Drug Administration (FDA) melabel propionat ke dalam komponen aditif makanan sebagai zat antimikroba dan perencah (bumbu) buatan dengan status Generally Recognized as Safe (GRAS) atau umumnya diakui aman untuk dikonsumsi manusia.
Pada bulan Juni 1991, lembaga Regulasi Organik Uni Eropa membolehkan penggunaan propionat jika kondisi cuaca untuk fermentasi tidak memenuhi syarat. Saat ini, Uni Eropa memberlakukan kadar maksimum penggunaan propionat dan garamnya (kalcium propionat dan natrium propionat) dari rentang 1000 sampai 3000 mg/kg pada makanan.
Sintesis Propionat
Propionat dapat ditemukan secara alamiah pada fermentasi keju sehingga dianggap bukan sebuah aditif. Propionat juga bukanlah zat asing bagi tubuh karena termasuk komponen dari metabolisme manusia yang dapat disintesis oleh bakteri usus secara fermentasi melalui penguraian asam amino dan oksidasi asam lemak.
Studi Efek Konsumsi Propionat
Belakangan ini ditemukan bahwa tubuh yang tertimbun propionat menunjukkan dampak bagi kesehatan, terutama ketika propionat dikonsumsi sebagai aditif makanan.
Tirosh dan koleganya (2019) menunjukkan sebuah hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Science Translational Medicine mengenai efek metabolik dari konsumsi propionat pada tikus dan manusia.
Melalui pilot studi dan tanpa random, kepada tikus tersebut diberikan propionat dengan dosis yang sama pada makanan yang diawetkan, hasilnya adalah propionat menyebabkan peningkatan konsentrasi beberapa hormon, termasuk glukagon; norepineprin; dan fatty acid-binding protein-4 (FABP4). Lonjakan kadar hormon-hormon ini menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia).
Penelitian kemudian dilanjutkan melalui studi double-blinded crossover pada 14 subjek manusia sehat yang dibagi ke dalam dua kelompok, dan secara random diberikan 1 gram propionat dan placebo sebagai suplemen makanan. Subjek yang menerima propionat menunjukkan peningkatan kadar hormon yang terlihat sama pada tikus, disertai peningkatan kadar insulin dan resistensi insulin. Kedua kelompok menunjukkan kadar glukosa yang meningkat, namun pada kelompok propionat sedikit lebih lama untuk menormalkan kembali kadar glukosa darah.
Tanggapan Pakar Terkait Studi Propionat
Penelitian tersebut mendapatkan respon dari beberapa pakar.
1. Menurut Dana Hunnes, senior ahli diet the Ronald Reagan UCLA Medical Center di Los Angeles, sedikit tertantang untuk mendiskusikan bagaimana penemuan itu diterapakan pada masyarakat luas, termasuk melibatkan subjek obes dan DM.
2. Menurut Chuck Dinerstein, senior anggota kedokteran the American Council on Science and Health, belum dapat diyakini jika 14 subjek dapat memberikan lebih banyak pengaruh metabolik. Disamping itu, dapat disetujui jika propionat adalah disregulator metabolik namun tidak tepat jika dikatakan penggangu endokrin.
Hunnes merekomendasikan untuk menghindari konsumsi banyak makanan aditif, kecuali diperkuat dengan asupan vitamin dan mineral. Ia juga meyakini zat aditif pada makanan, bahkan pelabelan FDA memungkinkan punya potensi negatif yang tidak diinginkan.
~~~
Referensi:
- A Common Food Additive Is Linked to Insulin Resistance. Here's What That Means
- Propionate, A Common Food Preservative, Alters Our Metabolism. Does That Make It A Disruptor?
- The short-chain fatty acid propionate increases glucagon and FABP4 production, impairing insulin action in mice and humans
- Propionic acid - Agricultural Marketing Service - USDA
- Product Safety Assessment: Propionic Acid