Skip to main content

Sebelum Serangan Jantung, Kapan Sebaiknya Kita Makan ?

Makan di waktu yang tepat setiap harinya memberikan banyak manfaat antara lain mempertahankan kesehatan berat badan, menyediakan energi, dan melawan penyakit. Namun, sudahkah anda ketahui mengenai kapan waktu yang baik untuk makan ? 

Rekomendasi untuk makan pada pagi hari layaknya seorang raja, pada siang hari layaknya seorang pangeran, dan pada malam hari layaknya seorang fakir memiliki manfaat secara ilmiah. 

Makan Pagi
Makan pagi adalah permulaan tubuh melakukan metabolisme. The American Heart Association (AHA) mendefinisikan bahwa sarapan pagi merupakan awal makan setelah 2 jam bangun pagi, yang dilakukan antara jam 5 pagi sampai 10 pagi. 

Menurut laman time.org, ilmuwan Harvard dari sekolah kesehatan masyarakat menemukan bahwa para pria dengan usia 45-82 tahun yang melewati sarapan paginya memiliki resiko terkena serangan jantung atau kematian akibat serangan jantung yakni sekitar 27% lebih tinggi dibandingkan mereka yang menghargai makan pagi. 

Melewati waktu makan pagi juga dapat menyebabkan sederetan masalah kesehatan termasuk stres, keletihan, serta cenderung terkena obesitas dan diabetes. 

Makan Siang
Metabolisme tubuh mencapai puncaknya antara pukul 10 pagi sampai jam 2 siang. Tujuan makan siang diantara jam tersebut adalah untuk memanfaatkan fungsi pencernaan yang cenderung lebih kuat.

Makan siang diperlukan agar menyediakan makanan yang mengandung banyak kalori untuk energi sebelum melakukan aktivitas yang berat. Itulah mengapa kebanyakan negara-negara di Eropa, mengonsumsi jenis makanan ini di siang hari. 

Makan Malam
Makan malam sebaiknya dilakukan lebih awal. Setelah itu tubuh akan menuju fase puasa selama 10-16 jam, bergantung kapan memulai sarapan pagi.  Hal ini akan mengistirahatkan sistem pencernaan dan membantu tubuh dalam keadaan lapar hingga tiba waktu sarapan pada keesokan paginya.

“Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a pauper" (Nutritionist Adelle Davis-1960's)"

Makan Larut Malam
Makan larut malam merupakan waktu makan sebelum 3 jam menuju tidur. Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa makan setelah malam hari atau larut malam (dari pada siang hari), dapat meningkatkan faktor resiko kardiovaskular. 

Makan saat larut malam tidak diperkenankan. Menurut laman time.com,  makan mendekati waktu tidur dapat meningkatkan glukosa darah dan insulin yang menyebabkan waktu tersulit bagi tubuh yang kenyang untuk tidur. 

Apakah makan tiga kali sehari itu lebih baik ? 
AHA menyatakan bahwa tidak ada bukti yang kuat untuk menunjukkan bahwa perubahan waktu makan memiliki dampak terhadap resiko kardiovaskular seperti tingkat tekanan darah, trigliserida, kolesterol, dan glukosa darah. Kuncinya adalah bukan berapa kali kita makan, melainkan makanan apa yang kita pilih untuk dikonsumsi. 

AHA juga menyimpulkan bahwa waktu makan yang digunakan untuk mendefinisikan makan siang dan makan malam tidak tepat karena begitu banyak perbedaan budaya. 

Natali Lamb, ahli terapi nutrisi khusus probiotik Bio-Kult, menyarankan bahwa makan pada waktu yang tepat dapat membantu efektivitas pencernaan dan membuang kotoran, yang semuanya penting bagi kesehatan usus. Disamping itu, penguraian asupan makanan bergula dapat mencegah bakteri yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, waktu makan yang tepat secara alamiah akan melatih tubuh untuk mengetahui kapan mengharapkan makan dan memproduksi enzim pencernaan yang benar. 
~o0o~
References
Kembali Ke Atas

Popular posts from this blog

Potensial Zeta Eritrosit

Download Ebook IELTS (Gratis)

Tersier Butil Hidroksiquinon : Antioksidan Yang Menghambat Kerja Sistem Imun